{"id":2002,"date":"2023-06-08T03:39:07","date_gmt":"2023-06-08T03:39:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/?p=2002"},"modified":"2023-06-16T05:57:44","modified_gmt":"2023-06-16T05:57:44","slug":"cara-menghitung-pph-21","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menjalankan kegiatan bisnis, perusahaan harus memperhitungkan jumlah pajak yang harus dipotong dari pendapatan karyawan. Perhitungan pajak penghasilan berdasarkan pasal 21 (PPh 21) ini tidak hanya penting untuk memastikan kepatuhan perpajakan yang tepat, tetapi juga berdampak langsung pada sistem penggajian.\u00a0 Oleh karena itu, perusahaan harus mengetahui bagaimana cara menghitung pph 21 karyawan secara tepat dan efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengoptimalkan perhitungan pajak, perusahaan dapat mengelola biaya karyawan dengan lebih efektif, meningkatkan keuntungan bersih, hingga memperkuat daya saing di pasar. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang perhitungan pajak karyawan hingga penerapannya dengan benar sangatlah penting bagi keberhasilan keuangan perusahaan. Simak uraian di bawah ini agar bsa mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai perhitungan pajak penghasilan karyawan!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/essentials\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1781 size-full\" src=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/CTA-1.png\" alt=\"cara menghitung pph 21\" width=\"1379\" height=\"431\" srcset=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/CTA-1.png 1379w, https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/CTA-1-300x94.png 300w, https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/CTA-1-1024x320.png 1024w, https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/CTA-1-768x240.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1379px) 100vw, 1379px\" \/><\/a><\/p>\n<div id=\"toc_container\">\n<h2><strong>Daftar Isi<\/strong><\/h2>\n<ul class=\"toc_list\">\n<li><a href=\"#1\">Apa Itu PPh 21?<\/a><\/li>\n<li><a href=\"#2\">Komponen dalam Perhitungan Pajak Penghasilan 21<\/a>\n<ul>\n<li><a href=\"#a\">Penghasilan bruto <\/a><\/li>\n<li><a href=\"#b\">Penghasilan neto<\/a><\/li>\n<li><a href=\"#c\">Biaya jabatan <\/a><\/li>\n<li><a href=\"#d\">Biaya pensiun <\/a><\/li>\n<li><a href=\"#e\">Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan <\/a><\/li>\n<li><a href=\"#f\">Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><a href=\"#3\">Cara Menghitung PPh 21 Karyawan <\/a><\/li>\n<li><a href=\"#4\">Contoh Soal Pajak Penghasilan Karyawan <\/a><\/li>\n<li><a href=\"#5\">Hitung PPh 21 Lebih Mudah dengan Aplikasi HRIS EVA! <\/a><\/li>\n<li><a href=\"#6\">Kesimpulan <\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2 id=\"1\"><b>Apa Itu PPh 21?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perhitungan pajak merupakan hal yang krusial. Di Indonesia, terdapat berbagai macam pajak yang harus dibayarkan, mulai dari pajak kendaraan, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, <\/span><a href=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/tips-memilih-aplikasi-gaji-karyawan-terbaik-untuk-perusahaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">hingga PPh 21<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. PPh 21 atau Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah jenis pajak yang dikenakan kepada karyawan atau penerima penghasilan dari pekerjaan. Perhitungan PPh 21 ada dalam Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) Pajak Nomor PER-32\/PJ\/2015.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan <a href=\"https:\/\/konsultanku.co.id\/blog\/pajak-penghasilan-pph-pasal-21-definisi-dasar-hukum-tarif-dan-waktu-penyetoran-pelaporan-pajak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">peraturan yang ada<\/a>, orang yang membayar PPh merupakan \u201cWajib Pajak\u201d sedangkan jumlah yang harus mereka bayarkan merupakan \u201cObjek Pajak\u201d. Objek pajak ini merujuk pada segala bentuk peningkatan keuangan yang diterima atau didapatkan oleh individu yang berkewajiban membayar pajak, entah itu berasal dari dalam atau luar wilayah Indonesia. Untuk wajib pajak sendiri, terdapat 6 kategori yang termasuk ke dalamnya, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pegawai<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pegawai tetap<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pegawai tidak tetap\/ tenaga kerja lepas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penerima penghasilan bukan pegawai\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peserta kegiatan yang memperoleh imbalan, termasuk kegiatan rapat, sidang, seminar, lokakarya, pendidikan, pertunjukan, olahraga, hingga kegiatan lainnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Juga penerima pensiun<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perhitungan PPh 21 juga terdapat istilah potongan PPh 21 yang untuk merujuk pada pajak yang terhadap pendapatan seperti gaji, upah, honorarium, tunjangan, hingga pembayaran lainnya dengan segala bentuk dan nama yang terkait dengan pekerjaan, jabatan, jasa, hingga kegiatan oleh wajib pajak.<\/span><\/p>\n<h2 id=\"2\"><b>Komponen dalam Cara Menghitung PPh 21<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2004 size-full\" src=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085233.754.png\" alt=\"komponen perhitungan pph 21\" width=\"700\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085233.754.png 700w, https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085233.754-300x154.png 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan perhitungan PPh 21, terdapat juga berbagai komponen yang harus Anda perhatikan. Tiap elemen yang ada juga membutuhkan perhitungannya tersendiri, yang akan mempengaruhi <\/span><a href=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/peran-penting-aplikasi-administrasi-perkantoran-bagi-hrd\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">pembayaran pajak (PPh 21)<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang harus Anda lakukan. Beberapa komponen dalam perhitungan pajak penghasilan ini antara lain:<\/span><\/p>\n<h3 id=\"a\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penghasilan bruto<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penghasilan bruto merujuk pada total penghasilan karyawan sebelum adanya pemotongan pajak. Contoh penghasilan bruto dapat mencakup gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan keluarga, bonus, komisi, hingga tunjangan kinerja. Agar dapat menghitung penghasilan bruto, kita dapat menggunakan rumus sederhana, yaitu menjumlahkan semua komponen penghasilan yang diterima oleh karyawan dalam periode waktu tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, jika seorang karyawan menerima gaji pokok sebesar Rp5.000.000, tunjangan keluarga sebesar Rp1.000.000, bonus Rp500.000, dan komisi Rp300.000 dalam sebulan, maka penghasilan bruto karyawan tersebut adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><b>Penghasilan Bruto<\/b> <b>= Gaji + Tunjangan + Bonus\/THR + Pendapatan lain<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0= (5.000.000 + 1.000.000 + 500.000 + 300.000)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0= Rp6.800.000\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 id=\"b\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penghasilan neto<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan penghasilan bruto, penghasilan neto merupakan jumlah penghasilan karyawan setelah dilakukan pemotongan pajak. Dalam penghitungannya, penghasilan bruto dikurangi dengan berbagai potongan pajak dan pengurangan penghasilan yang diperbolehkan. Contoh penghasilan neto dapat mencakup penghasilan bruto dikurangi dengan potongan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) hingga pengurangan penghasilan tidak kena pajak lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus sederhana agar dapat menghitung penghasilan neto adalah mengurangi penghasilan bruto dengan potongan dan pengurangan pajak yang berlaku. Misalnya, jika penghasilan bruto seorang karyawan adalah Rp10.000.000 dan setelah menghitung potongan PTKP hingga pengurangan penghasilan tidak kena pajak, didapatkan jumlah pengurangan sebesar Rp2.000.000, maka penghasilan neto karyawan tersebut adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><b>Penghasilan Neto<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0= <\/span><b>Penghasilan Bruto \u2013 (Biaya Jabatan + Iuran Pensiun + Iuran BPJS)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 = (10.000.000 &#8211; 2.000.000)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 = Rp8.000.000\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 id=\"c\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya jabatan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan Peraturan Dirjen Pajak Nomor Per-16\/PJ\/2016, biaya jabatan adalah biaya untuk mendapatkan, menagih, hingga memelihara penghasilan. Biaya ini mencakup seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan pekerjaan selama satu tahun. Besaran biaya jabatan PPh 21 ini sendiri adalah sebesar 5% dari penghasilan bruto dengan jumlah maksimal Rp500.000 selama satu bulan atau Rp6.000.000 selama satu tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, jika seorang karyawan memiliki gaji bulanan sebesar Rp6.000.000 dan tunjangan makan sebesar Rp500.000, maka besar biaya jabatannya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><b>Biaya Jabatan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> = 5% x Penghasilan Bruto<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0= 5% x (6.000.000 + 500.000)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0= Rp325.000<\/span><\/p>\n<h3 id=\"d\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya pensiun<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya pensiun adalah jumlah pengurangan penghasilan yang dapat karyawan lakukan agar dapat menutupi iuran atau kontribusi yang dibayarkan ke program pensiun atau dana pensiun perusahaan. Sama seperti biaya jabatan, besaran biaya jabatan ini juga ditetapkan sebesar 5% dari penghasilan bruto dengan nominal paling tinggi sebanyak Rp200.000 per bulan atau Rp2.400.000 per tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 id=\"e\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak 2014 lalu, pemerintah bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) telah mewajibkan adanya asuransi kesehatan bagi seluruh warga Indonesia. Iuran dari asuransi kesehatan ini sendiri diambil sebesar 1% dari jumlah pendapatan yang mereka miliki. Dengan adanya asuransi ini, pekerja bisa mendapatkan jaminan perlindungan hingga fasilitas kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain BPJS Kesehatan, penghasilan pegawai juga harus Anda kurangi dengan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK), jaminan hari tua (JHT), hingga jaminan pensiun (JP). Agar dapat melakukan perhitungannya sendiri, setiap bulannya upah akan dikurangi sebesar 2% untuk jaminan hari tua, 1% untuk jaminan pensiun, 0,24% untuk jaminan kecelakaan kerja, dan 0,3% untuk jaminan kematian.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 id=\"f\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penghasilan kena pajak merupakan jumlah jumlah pendapatan pekerja yang akan dikenakan potongan PPh 21 setelah dihitung dengan memperhitungkan tunjangan karyawan, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, hingga komponen lainnya. Komponen-komponen tersebut yang akan menjadi dasar perhitungan agar dapat menentukan jumlah pajak penghasilan yang harus pekerja bayarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, penghasilan tidak kena pajak (PTKP) merupakan komponen yang berfungsi agar dapat mengurangi jumlah penghasilan bruto yang akan dikenakan PPh 21 bagi wajib pajak yang tidak kena pajak. Berdasarkan PMK No. 101\/PMK.010\/2016 dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16\/PJ\/2016, tarif yang bisa Anda gunakan agar dapat melakukan perhitungan PPh 21 terbaru antara lain:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wajib Pajak yang belum menikah, maka jumlah PTKP bertambah sebesar Rp54.000.000<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wajib Pajak yang sudah menikah, maka PTKP bertambah sebesar Rp4.500.000<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wajib Pajak yang memiliki tanggungan, seperti keluarga sedarah satu garis keturunan atau anak angkat, maka PTKP ditambah Rp4.500.000. Maksimum 3 orang tanggungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika penghasilan suami dan istri digabungkan, maka PTKP ditambah Rp54.000.000.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut rincian lengkapnya:<\/span><\/p>\n<table border=\"1\" width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Tanggungan\u00a0<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" colspan=\"2\"><b>PTKP Wajib Pajak Tidak Kawin<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" colspan=\"2\"><b>PTKP Wajib Pajak Kawin<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" colspan=\"2\"><b>PTKP Wajib Pajak Kawin Suami Istri Digabung<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">0 orang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">TK\/0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">54.000.000<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">K\/0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">58.500.000<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">K\/I\/0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">112.500.000<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">1 orang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">TK\/1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">58.500.000<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">K\/1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">63.000.000<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">K\/I\/1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">117.000.000<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2 orang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">TK\/2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">63.000.000<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">K\/2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">67.500.000<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">K\/I\/2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">121.500.000<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">3 orang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">TK\/3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">67.500.000<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">K\/3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">72.000.000<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">K\/I\/3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">126.000.000<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2 id=\"3\"><b>Cara Menghitung PPh 21 Karyawan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar dapat menghitung PPh 21 karyawan, Anda harus mengetahui dulu tarif progresif terbaru berdasarkan lapisan penghasilan kena pajak yang telah ada dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) Nomor 7 Tahun 2021. Berdasarkan peraturan tersebut, tarif progresifnya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<table border=\"1\" width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Lapisan Penghasilan Kena Pajak<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Tarif\u00a0<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Penghasilan tahunan hingga 60 juta<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">5%<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Penghasilan tahunan di atas 60 juta \u2013 250 juta<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">15%<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Penghasilan tahunan di atas 250 juta \u2013 500 juta<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">25%<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Penghasilan tahunan di atas 500 juta \u2013 5 milyar<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">30%<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Penghasilan tahunan di atas 5 milyar<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">35%<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum bisa mendapatkan jumlah pajak penghasilan, Anda harus menentukan jumlah penghasilan kena pajak (PKP) terlebih dahulu. PKP ini bisa Anda dapatkan dengan cara mengurangi penghasilan neto dengan PTKP, sehingga Anda bisa mendapatkan jumlah PPh yang harus Anda bayarkan dengan mengalikannya dengan tarif progresif sesuai tabel di atas.<\/span><\/p>\n<h2 id=\"4\"><b>Contoh Soal Pajak Penghasilan Karyawan hingga Cara Menghitung PPh 21<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2003 size-full\" src=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085126.408.png\" alt=\"contoh soal pajak\" width=\"700\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085126.408.png 700w, https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085126.408-300x154.png 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, rumus perhitungan PPh 21 adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>PPh = Penghasilan Kena Pajak x Tarif Progresif<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun begitu, jumlah pajak penghasilan setiap orang tentunya akan berbeda, karena harus menyesuaikan dengan jumlah gaji hingga jumlah tanggungan per orangnya. Berikut ini beberapa contoh perhitungan pajak penghasilan karyawan hingga <a href=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-lapor-pph-21-karyawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara menghitung PPh 21<\/a> agar Anda bisa lebih memahaminya!\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>CONTOH 1<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berapa pajak yang harus dibayarkan oleh karyawan dengan status belum kawin dan tidak ada tanggungan (PTKP TK\/0) jika pendapatan netto-nya sebesar Rp5.000.000\/ bulan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PKP = Penghasilan netto \u2013 PTKP<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0= 5.000.000 x 12 bulan \u2013 54.000.000 (TK\/0)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0= 60.000.000 \u2013 54.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0= 6.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPh = 6.000.000 x 5%<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0= 300.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, karyawan tersebut haruslah membayar pajak penghasilan sebesar Rp 300.000 per tahunnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>CONTOH 2<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berapakah jumlah pajak penghasilan yang harus dibayarkan seorang auditor dengan pendapatan netto Rp10.000.000 per bulan jika ia telah menikah dan memiliki seorang anak (PTKP K\/1)?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PKP = Penghasilan netto \u2013 PTKP<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0= 10.000.000 x 12 bulan \u2013 63.000.000 (K\/1)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0= 120.000.000 \u2013 63.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0= 57.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPh = 57.000.000 x 5%<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0= 2.850.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi jumlah pajak penghasilan yang harus dibayarkan karyawan tersebut dalam satu tahun adalah Rp2.850.000<\/span><\/p>\n<h2 id=\"5\"><b>Hitung PPh21 Lebih Mudah dengan Aplikasi HRIS EVA!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perhitungan pajak karyawan merupakan hal yang krusial karena akan berdampak pula pada sistem penggajian dan kondisi keuangan perusahaan. Namun, adanya lapisan pajak, jabatan, hingga tanggungan yang berbeda pada setiap karyawan tentunya akan memakan banyak waktu hingga tenaga jika perhitungan Anda lakukan secara manual. Oleh karena itu, perlu adanya bantuan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dapat mengotomatisasi perhitungan PPh 21, seperti <\/span><a href=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/essentials\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Software HRIS EVA<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Software HRIS EVA merupakan sistem manajemen sumber daya manusia yang komprehensif dan memiliki berbagai fitur yang dapat mempermudah pengelolaan karyawan. Fitur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">payroll <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini dapat secara otomatis mengkalkulasi penghasilan bruto, mengurangkan biaya jabatan, biaya pensiun, iuran BPJS kesehatan dan\u00a0 ketenagakerjaan, hingga memperhitungkan PTKP yang berlaku bagi sing-masing karyawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fitur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">payroll <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada sistem ini juga memungkinkan pengelolaan data karyawan dengan lebih terorganisir, memastikan bahwa informasi yang Anda perlukan agar dapat melakukan perhitungan PPh 21 selalu tersedia dan ter<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">-update<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">real<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">time. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan Software HRIS EVA dapat membantu perusahaan memenuhi kewajiban perpajakan dengan tepat, sehingga mengurangi risiko kesalahan perhitungan, dan menghemat waktu hingga upaya dalam proses administrasi perpajakan.<\/span><\/p>\n<h2 id=\"6\"><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) merupakan hal yang penting dan mempengaruhi sistem penggajian hingga keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, perhitungan PPh 21 yang akurat dan tepat waktu membantu memastikan karyawan membayar pajak dengan benar sesuai dengan undang-undang yang mengaturnya. Namun, banyaknya elemen yang harus Anda perhitungkan dalam kalkulasi pajak ini membuat perusahaan membutuhkan bantuan teknologi yang dapat mengotomatisasi perhitungan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/essentials\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-463 size-full\" src=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/CTA-2.png\" alt=\"cara menghitung pph 21\" width=\"1379\" height=\"431\" srcset=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/CTA-2.png 1379w, https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/CTA-2-300x94.png 300w, https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/CTA-2-1024x320.png 1024w, https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/CTA-2-768x240.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1379px) 100vw, 1379px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dapat mengkalkulasi PPh 21 secara cepat dan akurat adalah <\/span><a href=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/essentials\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Software HRIS EVA<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Tidak hanya membantu kalkulasi pajak hingga penggajian karyawan, aplikasi ini juga dapat membantu perusahaan dalam mengelola karyawan secara\u00a0 keseluruhan, mulai dari manajemen kehadiran, pemantauan produktivitas, hingga manajemen jadwal kerja yang saling terintegrasi. Akselerasi perkembangan bisnis Anda dengan EVA sekarang!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam menjalankan kegiatan bisnis, perusahaan harus memperhitungkan jumlah pajak yang harus dipotong dari pendapatan karyawan. Perhitungan pajak penghasilan berdasarkan pasal 21 (PPh 21) ini tidak hanya penting untuk memastikan kepatuhan perpajakan yang tepat, tetapi juga berdampak langsung pada sistem penggajian.\u00a0 Oleh karena itu, perusahaan harus mengetahui bagaimana cara menghitung pph 21 karyawan secara tepat dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2005,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[162],"tags":[207,206,208,205],"class_list":{"0":"post-2002","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-hris","8":"tag-cara-menghitung-pajak","9":"tag-pajak-karyawan","10":"tag-penggajian-karyawan","11":"tag-pph-21"},"acf":[],"_yoast_wpseo_focuskw":"cara menghitung pph 21","_yoast_wpseo_title":"Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!","_yoast_wpseo_linkdex":"85","_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":"11","_yoast_wpseo_wordproof_timestamp":"","_yoast_wpseo_metadesc":"Berikut ini adalah bagaimana cara menghitung pph 21 dengan beberapa contoh perhitungannya.. Simak artikel ini!","_yoast_wpseo_content_score":"30","_yoast_wpseo_primary_category":"162","_yoast_wpseo_canonical":null,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah bagaimana cara menghitung pph 21 dengan beberapa contoh perhitungannya.. Simak artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah bagaimana cara menghitung pph 21 dengan beberapa contoh perhitungannya.. Simak artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog EVA-HR | Seputar software HR, Aplikasi HRIS, dan HRM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-08T03:39:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-16T05:57:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085257.630.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"360\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Stephanie Lim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Stephanie Lim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/\"},\"author\":{\"name\":\"Stephanie Lim\",\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#\/schema\/person\/7a7c11c71bd6a55ea3e2b60747ff8c22\"},\"headline\":\"Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!\",\"datePublished\":\"2023-06-08T03:39:07+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-16T05:57:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/\"},\"wordCount\":1600,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085257.630.png\",\"keywords\":[\"cara menghitung pajak\",\"pajak karyawan\",\"penggajian karyawan\",\"pph 21\"],\"articleSection\":[\"HRIS\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/\",\"name\":\"Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085257.630.png\",\"datePublished\":\"2023-06-08T03:39:07+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-16T05:57:44+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah bagaimana cara menghitung pph 21 dengan beberapa contoh perhitungannya.. Simak artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085257.630.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085257.630.png\",\"width\":700,\"height\":360,\"caption\":\"pph 21 karyawan kontrak\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/\",\"name\":\"EVA Blog\",\"description\":\"Temukan informasi seputar HR, absensi, payroll, administrasi SDM untuk efisiensi bisnis di blog EVA dan dapatkan solusi praktis untuk perkembangan bisnis di Indonesia.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"EVA Blog\",\"url\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-EVA-HD-Warna-1-2.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-EVA-HD-Warna-1-2.webp\",\"width\":139,\"height\":64,\"caption\":\"EVA Blog\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#\/schema\/person\/7a7c11c71bd6a55ea3e2b60747ff8c22\",\"name\":\"Stephanie Lim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Stephanie-Lim-96x96.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Stephanie-Lim-96x96.webp\",\"caption\":\"Stephanie Lim\"},\"description\":\"Saya adalah seorang praktisi untuk penulisan artikel yang mengulas tentang topik terkait implementasi teknologi ERP untuk berbagai proses bisnis seperti HR, Inventory, Akuntansi, dan sebagainya. Dalam menulis artikel, saya mengutamakan pendekatan yang aplikatif dan informatif, sehingga konten yang saya sajikan dapat menjadi solusi alternatif untuk mengatasi masalah bisnis profesional.\",\"url\":\"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/author\/anatha\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!","description":"Berikut ini adalah bagaimana cara menghitung pph 21 dengan beberapa contoh perhitungannya.. Simak artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!","og_description":"Berikut ini adalah bagaimana cara menghitung pph 21 dengan beberapa contoh perhitungannya.. Simak artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/","og_site_name":"Blog EVA-HR | Seputar software HR, Aplikasi HRIS, dan HRM","article_published_time":"2023-06-08T03:39:07+00:00","article_modified_time":"2023-06-16T05:57:44+00:00","og_image":[{"width":700,"height":360,"url":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085257.630.png","type":"image\/png"}],"author":"Stephanie Lim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Stephanie Lim","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/"},"author":{"name":"Stephanie Lim","@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#\/schema\/person\/7a7c11c71bd6a55ea3e2b60747ff8c22"},"headline":"Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!","datePublished":"2023-06-08T03:39:07+00:00","dateModified":"2023-06-16T05:57:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/"},"wordCount":1600,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085257.630.png","keywords":["cara menghitung pajak","pajak karyawan","penggajian karyawan","pph 21"],"articleSection":["HRIS"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/","url":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/","name":"Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085257.630.png","datePublished":"2023-06-08T03:39:07+00:00","dateModified":"2023-06-16T05:57:44+00:00","description":"Berikut ini adalah bagaimana cara menghitung pph 21 dengan beberapa contoh perhitungannya.. Simak artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085257.630.png","contentUrl":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/banner-cw-2023-06-06T085257.630.png","width":700,"height":360,"caption":"pph 21 karyawan kontrak"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/cara-menghitung-pph-21\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menghitung PPh 21 Beserta Contoh Perhitungannya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/","name":"EVA Blog","description":"Temukan informasi seputar HR, absensi, payroll, administrasi SDM untuk efisiensi bisnis di blog EVA dan dapatkan solusi praktis untuk perkembangan bisnis di Indonesia.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#organization","name":"EVA Blog","url":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-EVA-HD-Warna-1-2.webp","contentUrl":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-EVA-HD-Warna-1-2.webp","width":139,"height":64,"caption":"EVA Blog"},"image":{"@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#\/schema\/person\/7a7c11c71bd6a55ea3e2b60747ff8c22","name":"Stephanie Lim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Stephanie-Lim-96x96.webp","contentUrl":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Stephanie-Lim-96x96.webp","caption":"Stephanie Lim"},"description":"Saya adalah seorang praktisi untuk penulisan artikel yang mengulas tentang topik terkait implementasi teknologi ERP untuk berbagai proses bisnis seperti HR, Inventory, Akuntansi, dan sebagainya. Dalam menulis artikel, saya mengutamakan pendekatan yang aplikatif dan informatif, sehingga konten yang saya sajikan dapat menjadi solusi alternatif untuk mengatasi masalah bisnis profesional.","url":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/author\/anatha\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2002","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2002"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2002\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2266,"href":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2002\/revisions\/2266"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.eva-hr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}