Profile Picture

Customer Service
Balasan dalam 1 menit

Customer Service
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
628111775117
×
Profile Picture

Customer Service

Active Now

Profile Picture

Customer Service

Active Now

Pengertian dan Contoh Asesmen Pembelajaran untuk Karyawan Anda

asesmen formatif

Asesmen adalah proses penting dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi untuk membuat keputusan yang tepat. Asesmen dapat berlaku dalam berbagai bidang, sebagai contoh asesmen pembelajaran, psikologi, sumber daya manusia, dan penelitian. Hal ini berfungsi untuk mengukur kemampuan, memahami karakteristik individu atau kelompok, dan memberikan umpan balik yang berharga. 

Dalam era informasi yang semakin kompleks ini, pemahaman yang baik tentang asesmen sangatlah penting. Hal ini, dapat membantu Anda untuk membuat keputusan yang didasarkan pada data yang akurat dan relevan. Dalam artikel ini, terdapat penjelasan mengenai pengertian, tujuan, dan manfaat asesmen, serta mempertimbangkan bagaimana asesmen dapat membantu Anda untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

aplikasi assesment

Pengertian Assessment

contoh asesmen pembelajaranAssessment atau asesmen merupakan proses penting dalam pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi untuk membuat evaluasi atau penilaian terkait individu, kelompok, atau bahkan dalam situasi tertentu. Melalui asesmen, Anda dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik, kemampuan, kinerja, atau potensi subjek yang dievaluasi. Metode yang digunakan dalam asesmen dapat beragam, seperti tes tertulis, observasi, wawancara, atau pengamatan langsung. 

Asesmen memiliki aplikasi yang luas dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, psikologi, kesehatan, sumber daya manusia, dan penelitian. Dalam pendidikan, asesmen digunakan untuk mengevaluasi pemahaman siswa, mengukur prestasi belajar, dan memberikan umpan balik kepada siswa dan guru. Asesmen yang baik harus didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah, seperti validitas dan reliabilitas, Selain itu, hal ini  juga memberikan informasi yang akurat, relevan, dan berguna dalam mengambil keputusan keputusan.

Pengertian Assessment Menurut Para Ahli

contoh asesmen pembelajaran

Para ahli memiliki berbagai pandangan dan definisi terkait pengertian asesmen. Berikut ini adalah beberapa pendapat dari para ahli mengenai asesmen:

  1. Menurut American Educational Research Association (AERA), asesmen adalah proses pengumpulan, penggunaan, dan interpretasi bukti-bukti untuk membuat keputusan yang terkait dengan pembelajaran dan pengajaran.
  2. Berdasarkan Gronlund dalam bukunya “Assessment of Student Achievement“, asesmen adalah proses pengumpulan informasi tentang apa yang telah dicapai oleh individu dalam bentuk perilaku yang dapat diobservasi, diukur, dan dievaluasi.
  3. Menurut Stiggins dan Chappuis dalam bukunya “An Introduction to Student-Involved Assessment FOR Learning“, asesmen adalah proses terus-menerus untuk mengumpulkan bukti dan memberikan umpan balik kepada siswa agar mereka dapat memperbaiki pemahaman dan kinerja mereka.
  4. Menurut Joint Committee on Testing Practices (JCTP), asesmen adalah proses sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi tentang siswa dan situasi belajar dengan menggunakan berbagai metode dan alat evaluasi.
  5. Menurut Black dan William dalam jurnal penelitian “Assessment and Classroom Learning“, asesmen adalah penggunaan berbagai metode evaluasi, seperti tugas, tes, dan umpan balik terhadap siswa. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar mereka dan meningkatkan pembelajaran.

Meskipun ada variasi dalam definisi yang diajukan oleh para ahli, inti dari pengertian asesmen adalah proses pengumpulan dan interpretasi informasi yang berguna dalam membuat keputusan terkait dengan pembelajaran, pengajaran, dan pengembangan individu.

Fungsi Assessment

fungsi asesmenFungsi asesmen adalah untuk memberikan informasi yang akurat, obyektif, dan bermakna terkait dengan individu, kelompok, atau situasi yang terkait. Tentunya fungsi dari asesmen akan terasa memiliki dampak yang nyata apabila dapat menerapkannya dengan baik dan benar. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama asesmen:

Evaluasi kemajuan

Asesmen berguna untuk mengukur kemajuan dan prestasi individu dalam suatu konteks tertentu, seperti dalam pendidikan atau pekerjaan. Hal ini membantu mengidentifikasi tingkat pemahaman, keterampilan, atau pengetahuan yang telah individu raih dan memantau perkembangannya dari waktu ke waktu.

Identifikasi kekuatan dan kelemahan 

Asesmen membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan individu dalam berbagai bidang, seperti akademik, keterampilan sosial, atau aspek kepribadian. Maka dari itu, informasi ini dapat berguna sebagai pengembangan individu, merancang program pembelajaran, atau memberikan rekomendasi pengembangan karir.

Pemecahan masalah

Asesmen dapat digunakan sebagai alat untuk mendiagnosis masalah atau tantangan yang dihadapi oleh individu atau kelompok. Dengan menganalisis hasil asesmen, kita dapat mengidentifikasi akar permasalahan, mencari solusi yang tepat, dan juga merencanakan intervensi yang sesuai.

Pengambilan keputusan 

Hasil asesmen memberikan landasan informasi yang penting dalam proses pengambilan keputusan. Baik dalam konteks pendidikan, perekrutan karyawan, penilaian kinerja, atau penelitian, asesmen membantu dalam mengambil keputusan yang lebih baik dan juga lebih objektif berdasarkan data yang tersedia.

Umpan balik dan pembelajaran

Asesmen memberikan umpan balik yang berharga kepada individu atau kelompok yang bersangkutan. Hal ini dapat berguna untuk memberikan informasi yang spesifik, mendukung pengembangan diri, atau bahkan memperbaiki kinerja. Dalam konteks pendidikan, asesmen formatif berlaku secara khusus untuk memberikan umpan balik yang memandu pembelajaran siswa dan meningkatkan prestasi mereka.

Dengan memahami fungsi asesmen dengan baik, kita dapat memanfaatkannya secara efektif untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Selain itu, hal ini dapat membantu dalam pengembangan individu, dan juga perbaikan dalam berbagai bidang kehidupan.

Tiga Jenis Asesmen Beserta Contohnya 

contoh asesmen pembelajaranTiga jenis asesmen berikut saling melengkapi dan dapat menggunakannya dalam kombinasi untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kinerja individu. Asesmen diagnosis membantu mengidentifikasi kebutuhan awal, asesmen formatif memberikan umpan balik dan dukungan selama proses pembelajaran, sementara asesmen sumatif mengevaluasi pencapaian akhir. Berikut adalah tiga jenis asesmen tersebut:

Asesmen diagnosis

Menggunakan asesmen diagnosis umumnya untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, atau kebutuhan individu dalam suatu area tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk memahami tingkat pemahaman atau keterampilan individu pada titik waktu tertentu. Contoh asesmen pembelajaran adalah tes diagnosis dalam pendidikan, di mana pengujian siswa untuk mengidentifikasi pemahaman mereka tentang materi pelajaran tertentu. 

Asesmen formatif

Penggunaan asesmen formatif hanya selama proses pembelajaran untuk memberikan umpan balik kepada siswa dan membantu mereka memperbaiki pemahaman mereka. Tujuannya adalah untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan siswa. Contoh asesmen pembelajaran adalah ujian semester atau tugas formatif di sekolah, yang memberikan umpan balik sepanjang semester kepada siswa tentang pemahaman mereka terhadap materi pelajaran dan memberi kesempatan untuk perbaikan.

Asesmen sumatif

Asesmen sumatif berlaku pada akhir suatu periode atau tahap pembelajaran untuk mengevaluasi pencapaian akhir siswa. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang pemahaman dan kinerja siswa secara keseluruhan. Contoh asesmen pembelajaran adalah ujian akhir semester atau projek akhir dalam pendidikan, yang mengevaluasi pemahaman siswa terhadap seluruh materi pelajaran. 

Contoh-contoh Asesmen SD, SMP dan SMA

Asesmen pembelajaran memiliki beberapa tahapan yang berbeda berdasarkan tingkat  usia dan pendidikan. Semakin bertambah usia dan tingkat pendidikan yang dialami oleh individu, maka semakin sulit pula asesmen yang akan dilakukan. Berikut adalah contoh asesmen pembelajaran yang umum pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA):

Contoh asesmen pembelajaran SD

  1. Tes pengetahuan: Asesmen ini dapat berupa tes tulis atau tes lisan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pelajaran seperti matematika, bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan alam, dan sejarah.
  2. Penilaian keterampilan: Asesmen ini melibatkan penilaian keterampilan siswa dalam bidang tertentu, seperti menulis, membaca, berhitung, atau berkomunikasi secara lisan.

Asesmen pembelajaran SMP

  1. Ujian sekolah: Penerapan asesmen ini berlaku pada akhir tahun ajaran sebagai bentuk evaluasi pencapaian siswa dalam berbagai mata pelajaran, termasuk matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, ilmu pengetahuan alam, dan sejarah.
  2. Proyek atau presentasi: Asesmen ini meminta siswa untuk melakukan proyek atau presentasi di kelas yang menunjukkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran tertentu dan kemampuan berkomunikasi secara efektif.

Contoh asesmen pembelajaran SMA

  1. Ujian nasional: Asesmen ini merupakan ujian standar yang berlaku pada akhir pendidikan menengah atas dan mencakup mata pelajaran seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, fisika, kimia, biologi, dan juga sejarah.
  2. Tugas terstruktur: Asesmen ini melibatkan tugas-tugas tertulis atau projek yang lebih kompleks yang memerlukan analisis, sintesis, dan juga penerapan pengetahuan siswa dalam konteks yang lebih luas.

Perlu dicatat bahwa contoh asesmen pembelajaran ini hanya mewakili beberapa jenis asesmen yang umum digunakan di tingkat SD, SMP, dan SMA. Terdapat berbagai bentuk asesmen lainnya, seperti tes praktik, portofolio, observasi, atau wawancara, tergantung pada tujuan evaluasi.

Kesimpulan

Asesmen merupakan proses penting dalam pengukuran dan evaluasi kemampuan, pemahaman, kinerja, atau karakteristik individu atau kelompok. Asesmen memberikan manfaat dalam pengukuran kemajuan, peningkatan pembelajaran, identifikasi kebutuhan, pengambilan keputusan yang berbasis bukti, dan juga  peningkatan akuntabilitas.

Dalam konteks pengujian kompetensi karyawan dan calon karyawan, penggunaan sistem EVA assesment dapat menjadi solusi yang efektif. Sistem EVA memungkinkan penggunaan metode asesmen yang canggih dan juga terukur untuk menguji kompetensi yang relevan dengan posisi yang sesuai.

Dengan menggunakan sistem EVA, organisasi dapat mengembangkan asesmen yang spesifik dan objektif, dengan penggunaan instrumen yang tepat. Sistem ini dapat melibatkan berbagai jenis asesmen, seperti tes pengetahuan, simulasi tugas, studi kasus, atau wawancara struktural.