Profile Picture

Customer Service
Balasan dalam 1 menit

Customer Service
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
628111775117
×
Profile Picture

Customer Service

Active Now

Profile Picture

Customer Service

Active Now

Pentingnya Penggunaan Skala Likert dalam Proses Perekrutan Karyawan

skala likert

Skala likert adalah alat pengukuran yang perusahaan gunakan dalam proses rekrutmen untuk mengevaluasi kandidat dan memudahkan HR dalam mengevaluasi data. Skala ini terdiri dari pernyataan yang berkaitan dengan kualifikasi dan keterampilan dengan skala penilaian dari 1 hingga 5. Setiap pernyataan terkait dengan kriteria tertentu yang ingin HR nilai, seperti keterampilan interpersonal, teknis, atau pengalaman kerja. 

Hal ini memudahkan HR untuk mengambil keputusan yang tepat dan objektif. Selain itu, penggunaan skala ini juga dapat membantu perusahaan untuk untuk memperbaiki efektivitas rekrutmen. Perusahaan perlu memastikan untuk menggunakan skala ini secara konsisten dan relevan dengan kriteria yang sesuai.  

Sistem Asesmen Akurat dan Otomatis

Pengertian Skala Likert

Skala likert merupakan sebuah alat penelitian yang peneliti gunakan untuk mengukur sikap dan pandangan seseorang. Biasanya, skala ini terdapat dalam kuesioner untuk meminta responden untuk menunjukkan tingkat persetujuan mereka terhadap serangkaian pernyataan. Skala ini biasanya memiliki lima pilihan, dengan gradasi dari “Sangat Setuju” hingga “Sangat Tidak Setuju”. 

Selain itu, skala ini juga dapat mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian, yang memberikan wawasan tentang pendapat, persepsi, dan pandangan seseorang terhadap sebuah fenomena. Skala ini cocok dalam penelitian sosial untuk mengukur sikap dan pandangan individu atau kelompok terhadap fenomena sosial yang menjadi objek penelitian. 

Metode Penggunaan Skala Likert

skala likert

Skala likert adalah sebuah teknik pengukuran yang berfungsi untuk mengevaluasi respon positif dan negatif terhadap sebuah pernyataan. Ada beberapa cara umum untuk melakukan pengukuran dengan menggunakan skala ini yang perlu Anda ketahui, antara lain sebagai berikut:

1. Kuesioner

Angket atau kuesioner merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang melibatkan pemberian pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada kandidat. Peneliti akan mengambil dan mengolah jawaban dari daftar pertanyaan tersebut, sehingga menjadi hasil dari suatu penelitian.

2. Checklist

Metode ini merupakan salah satu teknik informal dalam melakukan observasi pada suatu penelitian, di mana peneliti telah menentukan indikator perilaku dalam sebuah tabel. Metode ini cenderung memiliki tingkat selektivitas yang tinggi. Oleh karena itu, HR biasanya hanya fokus pada kategori perilaku yang telah perusahaan tentukan sebelumnya.

Baca juga: Mengenal Online Assessment Test di Perusahaan

Ciri-ciri Skala Likert

Skala likert dapat perusahaan gunakan untuk mengukur kepuasan karyawan terhadap lingkungan kerja atau program pelatihan yang diberikan. Skala ini dapat membantu perusahaan untuk memahami persepsi karyawan terhadap berbagai aspek penting dalam pekerjaan mereka. Berikut adalah beberapa ciri-cirinya:

  1. Sebuah teknik pengukuran sikap, pendapat, atau persepsi terhadap suatu fenomena yang sedang menjadi objek penelitian.
  2. Menggunakan skala bipolar, di mana responden diberikan pilihan untuk menunjukkan respon positif atau negatif terhadap pernyataan.
  3. Terdiri dari 5 pilihan jawaban, dengan tingkat setuju atau tidak setuju yang diberi bobot berbeda-beda.
  4. Sering digunakan untuk mengukur variabel penelitian yang sifatnya kualitatif maupun kuantitatif.

Kelebihan dan Kekurangan Skala Likert

skala likert

Terdapat sejumlah manfaat yang dapat HR peroleh dengan menggunakan skala likert sebagai teknik pengumpulan data variabel penelitian. Meskipun skala ini memiliki kelebihan dalam mengukur data, namun tetap terdapat beberapa kelemahan dalam penggunaannya. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda perhatikan:

Kelebihan

  1. Mudah diterapkan.
  2. Fleksibel dalam menentukan pertanyaan atau pernyataan yang sesuai dengan konteks permasalahan.
  3. Terdapat jawaban yang berupa alternatif, sehingga informasi mengenai pilihan tersebut menjadi jelas.
  4. Memperoleh hasil pengukuran dengan cepat.

Kekurangan

  1. Menggunakan ukuran ordinal, sehingga tidak dapat membandingkan apakah satu kandidat lebih baik daripada yang lainnya.
  2. Jumlah skor dari setiap individu tidak memberikan makna yang jelas karena terdapat pola respons yang sama terhadap beberapa pernyataan.

Contoh Skala Likert

Umumnya, bahan yang menggunakan skala likert diwujudkan dalam bentuk kuesioner dengan pilihan ganda. Jawaban yang HR berikan biasanya mencakup beberapa respons, mulai dari yang sangat positif hingga sangat negatif. Berikut adalah contoh dari skala ini pada kuesioner yang dapat Anda pahami:

Contoh:

skala likert

Kesimpulan

Dalam era digital yang semakin maju, Anda dapat menemukan cara untuk mengevaluasi kandidat dengan lebih efektif dan akurat. Salah satu cara untuk melakukan itu adalah dengan menggunakan likert scale dalam proses rekrutmen. Oleh karena itu, penggunaan skala ini memberikan perusahaan cara yang lebih efisien dan terukur dalam mengevaluasi kemampuan kandidat secara statistik.

Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan sistem EVA assessment untuk integrasi dengan skala likert. Hal ini dapat membantu Anda menghemat waktu dan biaya dalam proses rekrutmen dan mengambil keputusan yang lebih tepat dalam memilih kandidat yang tepat. Anda juga harus tetap mengambil pendekatan seperti wawancara langsung, tes keterampilan praktis, dan referensi dari sumber terpercaya. Oleh karena itu, segera daftar dan dapatkan demo gratis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *