Mengenal Apa itu Performance Test Kerja beserta Indikator Penilaiannya

test performa kerja

Pada saat melakukan seleksi kerja, perusahaan biasanya mengharuskan para pelamar untuk melewati berbagai macam tes. Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang sebanyak-banyaknya mengenai kandidat, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih akurat dan tepat dalam memilih karyawan yang tepat untuk posisi yang tersedia. Selain itu, tes yang berbeda dapat memberikan informasi yang berbeda pula mengenai kandidat. Salah satu contoh tes yang sering perusahaan sediakan adalah performance test kerja.

army alpha intelegence test

Tes ini merupakan metode evaluasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa karyawan dapat melaksanakan tugas dengan baik dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas perusahaan. Selain itu, tes ini dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang lebih baik dalam hal rekrutmen, promosi, dan evaluasi karyawan.

Pengertian Performance Test Kerja

Performance test kerja atau work sample test merupakan metode penilaian kinerja karyawan yang perusahaan lakukan melalui pengamatan langsung berdasarkan tugas-tugas pekerjaan yang telah mereka kerjakan. Berbeda dengan tes MBTI, tes ini bertujuan untuk mengukur seberapa baik karyawan dalam melakukan pekerjaan mereka dengan memperhatikan kualitas dan efisiensi dari pekerjaan yang mereka lakukan.

Dalam performance test kerja, karyawan akan perusahaan berikan serangkaian tugas yang biasa mereka lakukan dalam pekerjaan sehari-hari. Kemudian, karyawan akan perusahaan berikan waktu untuk menyelesaikan tugas tersebut dan hasilnya akan pihak manajemen evaluasi. Tes ini dapat perusahaan gunakan kepada karyawan yang baru mereka rekrut atau karyawan yang sudah bekerja dalam rangka  mengevaluasi kemampuan dan kinerja mereka.

Jenis-jenis Performance Test Kerja

performance kerja test (http://ryoshiromibu.blogspot.com/2013/05/seleksi-calon-pegawai.html)

Performance test kerja merupakan metode pengukuran kinerja karyawan yang melibatkan hasil test performance karyawan secara objektif. Terdapat beberapa jenis performance test kerja yang dapat perusahaan lakukan untuk mengukur kinerja karyawan sebagai berikut:

1. Tes penyelesaian tugas

Tes penyelesaian tugas bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menyelesaikan tugas yang terkait dengan pekerjaannya. Dalam tes ini, calon karyawan diberikan tugas yang mirip dengan tugas yang akan mereka kerjakan di perusahaan tersebut. Kemudian, calon karyawan diminta untuk menyelesaikan tugas tersebut dalam batas waktu yang telah perusahaan tentukan. Dengan adanya tes penyelesaian tugas, perusahaan dapat mengevaluasi kinerja calon karyawannya sehingga perusahaan dapat memilih karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Tes penyelesaian tugas dapat perusahaan lakukan berdasarkan jenis pekerjaan yang akan kandidat lakukan. Sebagai contoh, bagi seorang programmer, tes penyelesaian tugas dapat berupa membuat program sederhana dalam waktu yang ditentukan. Sementara itu, bagi seorang penulis, tes penyelesaian tugas dapat berupa menulis artikel dalam bahasa yang sudah perusahaan tentukan dalam waktu tertentu. Oleh karena itu, perusahaan perlu menentukan kriteria penilaian yang jelas sehingga hasil penilaian dapat lebih objektif.

2. Tes simulasi

Tes simulasi adalah jenis tes performance kerja yang menilai dengan cara memberikan scenario atau situasi tertentu. Kemudian, perusahaan meminta kandidat untuk menunjukkan bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan dalam situasi tersebut. Oleh karena itu, jenis tes ini dapat perusahaan lakukan secara langsung di tempat kerja atau melalui simulasi komputer. Berbicara tes simulasi, kandidat akan perusahaan berikan situasi yang menyerupai situasi kerja nyata. 

Kemudian, kandidat akan perusahaan minta untuk menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah yang berkaitan dengan situasi tersebut. Contohnya, kandidat mendapatkan tugas untuk menangani konflik antara dua karyawan yang membutuhkan pengambilan keputusan secara cepat. Dalam tes ini, penilaian yang perusahaan ambil berdasarkan kemampuan kandidat dalam menyelesaikan tugas atau situasi, serta kemampuan mereka dalam mengambil keputusan yang tepat dan efektif.

3. Tes kinerja

Tes kinerja biasanya perusahaan lakukan dengan memberikan tugas atau proyek yang berkaitan dengan bidang pekerjaan yang kandidat lamar. Selama proses tes kinerja, kandidat akan perusahaan nilai berdasarkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas, efisiensi dan produktivitas kerja mereka. Tidak hanya itu, perusahaan juga akan melakukan evaluasi kinerja mereka dalam menangani masalah dan situasi yang terjadi dalam lingkungan kerja.

Kemudian, tes kinerja dapat kandidat lakukan secara individu maupun kelompok. Tes kinerja individu dilakukan dengan memberikan tugas atau proyek yang dapat diselesaikan oleh seorang karyawan secara mandiri. Sedangkan, tes kinerja kelompok dilakukan dengan memberikan tugas atau proyek yang harus diselesaikan oleh sebuah tim atau kelompok kerja. Tes kinerja kelompok bertujuan untuk mengukur kinerja seorang karyawan dalam bekerja sama dengan anggota tim hingga memberikan kontribusi yang maksimal untuk keberhasilan proyek atau tugas yang diberikan.

4. Tes pengetahuan dan kemampuan

Tes pengetahuan dan kemampuan adalah jenis tes yang perusahaan gunakan untuk mengukur sejauh mana seorang karyawan memahami tugas dan tanggung jawabnya. Test ini biasanya meliputi pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan bidang pekerjaan dan dapat mencakup keterampilan teknis maupun non-teknis. Salah satu contohnya adalah seorang karyawan di bidang keuangan dapat diberikan tes pengetahuan tentang peraturan dan undang-undang perpajakan yang berlaku.

Jenis tes ini sangat berguna untuk memastikan bahwa karyawan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang selaras untuk melakukan tugas-tugas yang perusahaan harapkan. Selain itu, tes ini juga dapat membantu dalam mengevaluasi pelatihan dan pengembangan karyawan di masa depan. Dengan mengidentifikasi letak kekurangan karyawan, perusahaan dapat memberikan pelatihan yang tepat untuk membantu karyawan meningkatkan kinerjanya dan memenuhi tuntutan pekerjaannya.

5. Tes psikometrik

Tes psikometrik merupakan jenis tes yang berfungsi untuk mengukur kualitas sifat psikologis seseorang, seperti kepribadian, nilai-nilai, minat, dan kemampuan kognitif. Test jenis ini dapat perusahaan lakukan dengan menggunakan berbagai jenis instrumen, seperti tes kepribadian, tes minat kerja, tes kemampuan verbal, tes kemampuan numerik, dan sebagainya. Tes tersebut biasanya dapat perusahaan lakukan dalam bentuk tes tertulis, wawancara, atau tes online.

Tes tersebut berperan penting dalam proses seleksi karyawan. Dengan menggunakan tes ini, perusahaan dapat mengevaluasi kemampuan dan karakteristik kandidat untuk memastikan adanya kecocokan dengan posisi yang akan kandidat isi. Tes ini juga dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi calon karyawan yang paling cocok dengan budaya organisasi dan nilai-nilai perusahaan.

Indikator Penilaian Performance Test Kerja

performance test kerja (https://www.psychologymania.com/2013/01/pengertian-tes-performance.html)

Indikator penilaian performance test kerja dapat bervariasi tergantung pada jenis tes yang dilakukan. Namun secara umum, terdapat beberapa indikator penilaian yang dapat perusahaan gunakan dalam mengevaluasi kinerja karyawan melalui performance test kerja sebagai berikut:

1. Kualitas hasil kerja 

Indikator penilaian kualitas hasil kerja berfungsi untuk mengukur sejauh mana hasil kerja karyawan telah memenuhi standar kualitas yang perusahaan harapkan. Indikator ini mencakup berbagai macam aspek, seperti akurasi, kecepatan, dan ketepatan dalam menyelesaikan tugas. Tes penyelesaian tugas dan tes simulasi merupakan contoh dari performance test kerja yang dapat mengukur indikator ini. 

Sebagai contoh, pada tes penyelesaian tugas, perusahaan akan memberikan tugas untuk menyelesaikan suatu proyek atau masalah tertentu kepada karyawan. Kemudian, perusahaan akan menilai hasil kerja karyawan berdasarkan seberapa baik dan secepat dia menyelesaikan tugas tersebut. Oleh karena itu, dengan mengukur dan memperbaiki kualitas hasil kerja karyawan, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam operasionalnya.

2. Efisiensi kerja

Indikator efisiensi kerja bertujuan untuk mengukur seberapa cepat dan seberapa efisien karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya secara tepat waktu. Indikator ini sangat penting bagi perusahaan karena dapat membantu meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada. Dalam menilai indikator ini, biasanya perusahaan membandingkan antara waktu dan biaya yang telah mereka keluarkan dengan standar yang telah perusahaan tetapkan.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi kerja, diantaranya adalah kemampuan teknis dan keahlian, pengalaman kerja, motivasi, lingkungan kerja, dan peralatan kerja yang tersedia. Oleh karena itu, untuk mencapai efisiensi kerja yang optimal, perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor ini dan memberikan dukungan yang memadai kepada karyawan. Dengan menerapkan indikator ini, perusahaan akan mendapatkan feedback yang dapat membantu mereka meningkatkan kinerja.

3. Kemampuan beradaptasi

Kemampuan beradaptasi merupakan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru atau situasi yang tidak terduga. Pada performance test kerja, kemampuan beradaptasi biasanya dapat perusahaan ukur melalui tes simulasi atau tes kinerja. Tes simulasi sering perusahaan gunakan untuk menguji kemampuan kandidat dalam menyelesaikan situasi atau masalah yang muncul dalam lingkungan kerja. 

Sementara itu, tes kinerja yang perusahaan gunakan berfungsi untuk menilai kemampuan kandidat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan kerja, seperti perubahan dalam alur kerja. Indikator ini mencakup beberapa aspek yang dapat menunjang perusahaan dalam menilai kriteria kandidat, seperti kemampuan berpikir kritis hingga kemampuan dalam berinovasi. Tidak hanya itu, indikator ini memiliki dampak yang positif terhadap terciptanya hubungan kerja antar rekan kerja maupun atasan.

4. Kerja sama tim

Kerja sama tim adalah salah satu bagian dari kemampuan untuk bekerja secara efektif dengan orang lain dalam mencapai tujuan bersama. Hal ini sangat penting dalam konteks lingkungan kerja, karena beberapa pekerjaan membutuhkan kolaborasi antar tim atau departemen. Indikator ini menjadi alat sebagai uji kinerja dalam mengukur kemampuan karyawan yang dapat memberikan kontribusi secara positif. Oleh karena itu, untuk mengukur kemampuan kerja sama tim, biasanya perusahaan melakukan tes simulasi atau tes kinerja yang melibatkan kolaborasi antar anggota tim. 

Tes simulasi bisa memberikan gambaran mengenai seberapa baiknya seseorang dapat beradaptasi dengan tim baru. Khususnya, tes ini akan menjadi alat ukur kinerja seseorang yang perusahaan nilai apakah kandidat ini dapat berhasil mengatasi tuntutan pekerjaan yang membutuhkan kerja sama tim. Sedangkan, tes kinerja berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bekerja secara kolaboratif dengan anggota tim lainnya, terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas yang perusahaan berikan.

5. Kepatuhan terhadap aturan dan prosedur

Kepatuhan terhadap aturan dan prosedur merupakan indikator penting dalam penilaian performance test kerja. Setiap perusahaan memiliki aturan dan prosedur tertentu yang harus seluruh karyawan patuhi untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan. Seorang karyawan yang patuh terhadap aturan dan prosedur akan membantu perusahaan menjaga stabilitas dan keamanan operasionalnya.

Dalam performance test kerja, perusahaan akan menilai karyawannya berdasarkan tingkat kepatuhannya terhadap aturan dan prosedur yang berlaku. Hal ini meliputi ketepatan karyawan dalam mengikuti prosedur kerja, penggunaan alat dan perlengkapan kerja sesuai aturan, dan kesesuaian penggunaan waktu dalam menjalankan tugas. Karyawan yang patuh terhadap aturan dan prosedur akan memberikan keuntungan bagi perusahaan, seperti mengurangi risiko kesalahan dan konflik yang dapat merugikan perusahaan.

Kesimpulan

Dalam mengelola sumber daya manusia, perusahaan perlu mengadopsi berbagai metode untuk menilai performa karyawan, salah satunya adalah performance test kerja. Dengan melakukan performance test kerja, perusahaan dapat mengevaluasi kualitas hasil kerja, efisiensi kerja, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim, serta kepatuhan terhadap aturan dan prosedur. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam memutuskan kebijakan terkait promosi, pengembangan karir, dan penilaian kinerja karyawan.

performance test kerja

Untuk memudahkan proses perekrutan dan penilaian kinerja karyawan, perusahaan dapat menggunakan software EVA rekrutmen. Software ini tidak hanya membantu perusahaan dalam memudahkan proses perekrutan, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai performance test kerja pada karyawan. Dengan fitur-fitur yang dimiliki oleh software EVA rekrutmen, perusahaan dapat mengukur kinerja karyawan secara objektif dan terukur, sehingga meminimalisir bias dalam penilaian kinerja. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *