Mengenal Draw A Man Test pada Psikotes Lamaran Kerja

draw a man test dam

Draw a man test (DAM) merupakan tes menggambar orang yang dikembangkan oleh seorang psikolog bernama Florence Goodenough pada tahun 1926. Ia meminta peserta untuk menggambar seorang pria pada selembar kertas kosong, kemudian menganalisis gambar tersebut berdasarkan berbagai faktor seperti ukuran, proporsi, detail, dan penggunaan warna. Tes ini dapat mengukur tingkat perkembangan mental dan intelektual mereka dalam berbagai aspek seperti kemampuan motorik, visual, dan verbal.

Pada saat ini, tes ini masih menjadi salah satu tes psikologis yang paling banyak perusahaan gunakan di seluruh dunia. Proses rekrutmen merupakan tahapan yang sangat krusial dalam sebuah perusahaan. Hal ini tidak hanya mencakup seleksi soft skill dan hard skill selama wawancara, namun juga sangat penting untuk memahami karakter dan psikologi kandidat. Oleh karena itu itu, salah satu metode yang dapat perusahaan gunakan adalah tes kepribadian gambar orang.

tes epps

Pengertian Draw A Man Test

draw a man test dam

Draw a man test (DAM) adalah salah satu psikotes yang biasanya perusahaan gunakan dalam proses rekrutmen untuk menganalisis karakter dan kepribadian calon karyawan. Dalam tes ini, calon karyawan harus menggambar seorang pria pada selembar kertas kosong. Setelah itu, perusahaan akan menganalisis gambar tersebut untuk melihat pola pikir, kecenderungan emosional, dan keterampilan sosial dan kognitif yang kandidat miliki.

Tes menggambar orang menjadi salah satu metode yang efektif dalam psikotes karena dapat memberikan gambaran tentang karakter kandidat dalam waktu yang singkat. Tes ini juga dapat membantu perusahaan untuk memilih kandidat yang paling cocok dengan budaya dan nilai perusahaan. Namun, tes ini hanya satu dari berbagai metode psikotes yang dapat perusahaan gunakan dalam proses rekrutmen dan tidak bisa menjadi satu-satunya faktor penentu dalam keputusan perekrutan.

Tujuan Perusahaan Memberi Draw A Man Test Saat Proses Rekrutmen

Draw a man test dalam proses rekrutmen bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengidentifikasi karakteristik dan kepribadian kandidat. Dalam tes ini, para kandidat harus menggambar seorang pria pada selembar kertas kosong dan hasil gambar tersebut akan HR analisis. Tes ini membantu perusahaan untuk memahami pola pikir, kecenderungan emosional, keterampilan sosial, dan kognitif kandidat.

Selain itu, tes ini juga dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan kandidat. Dalam tes ini, kandidat akan menunjukkan kelemahan dan kekuatan mereka dalam berbagai bidang. Perusahaan menggunakan psikotes dalam tahap seleksi rekrutmen untuk mengetahui kepribadian kandidat secara lebih dalam. Oleh karena itu, tes ini dapat membantu perusahaan untuk menemukan potensi karyawan dan mengembangkan kemampuan mereka untuk mencapai tujuan perusahaan.

Contoh dan Cara Membuat Draw A Man Test untuk Rekruter

Tes menggambar orang atau yang lebih dikenal dengan draw a man test (DAM) melibatkan kandidat untuk membuat gambar seseorang dan memberikan deskripsi tentang usia, jenis kelamin, serta aktivitas orang tersebut. Tujuan dari tes ini adalah untuk menilai beberapa aspek psikologis kandidat, seperti tanggung jawab, kepercayaan diri, stabilitas, dan ketahanan dalam bekerja. Sebagai gambaran, berikut terdapat contoh gambar orang dalam psikotes yang dapat Anda jadikan sebagai referensi:

draw a man test dam

Kesimpulan

Draw a man test (DAM) merupakan salah satu tes psikologi yang dapat perusahaan gunakan untuk mengukur beberapa aspek psikologis kandidat. Oleh karena itu, perusahaan dapat mengetahui kepribadian, tanggung jawab, kepercayaan diri, stabilitas, dan ketahanan kandidat dalam bekerja. DAM test juga dipercaya dapat membantu perusahaan dalam menentukan kandidat terbaik yang sesuai dengan profil pekerjaan yang dibutuhkan.

draw a man test dam

Seiring perkembangan teknologi, tes ini dapat Anda integrasikan dengan sistem EVA assessment. Sistem ini dapat memudahkan perusahaan dalam melakukan proses seleksi karyawan secara cepat dan efektif. Integrasi ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan evaluasi psikologis terhadap kandidat secara lebih akurat, efisien, dan terstruktur. Selain itu, sistem EVA dapat meminimalisir risiko kesalahan dalam penilaian psikologis kandidat. Oleh karena itu, Anda bisa segera daftar dan dapatkan demo gratis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *