Tips Menerapkan Tes Spasial dalam Proses Rekrutmen untuk Menemukan Kandidat Berkualitas Tinggi

tes spasial

Penerapan tes spasial dalam proses rekrutmen merupakan hal yang semakin populer di kalangan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami dan memanipulasi objek di ruang tiga dimensi. Biasanya tes ini terdapat pada tahap awal seleksi untuk mengevaluasi kandidat yang memiliki kemampuan spasial yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Tes ini dapat membantu perusahaan untuk menemukan kandidat yang memiliki kemampuan spasial yang sesuai dengan tugas-tugas pekerjaan. Kandidat yang mampu menguasai kemampuan ini akan mudah dalam memahami dan mengoperasikan mesin atau peralatan yang menggunakan koordinat ruang tiga dimensi secara lebih efektif. Hal ini akan membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dalam produksi dan operasionalnya.

tes spasial

Apa itu Tes Spasial?

Tes spasial adalah salah satu jenis tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami objek tiga dimensi, serta kemampuan dalam memahami arah dan orientasi suatu objek. Tes ini biasanya melibatkan penggunaan gambar dan bentuk geometris yang harus diidentifikasi, diurutkan, dan diputar untuk memecahkan masalah. Hasil dari tes ini akan membantu HR dalam mengevaluasi kemampuan kandidat dalam memecahkan masalah yang memerlukan pemikiran visual-spatial.

Selain itu, TPA spasial dapat membantu HR dalam menentukan apakah kandidat cocok untuk bekerja dalam tim atau tidak. Kemampuan spasial yang baik dapat membantu seseorang dalam bekerja dengan efektif di dalam tim, terutama dalam situasi yang memerlukan koordinasi dan kolaborasi yang baik. Dalam proses rekrutmen, tes ini dapat membantu perekrut dalam memilih calon karyawan yang memiliki kemampuan spasial yang baik dan cocok untuk pekerjaan yang tersedia.

Alasan Mengapa Tes Spasial itu Penting

Tes kognitif memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, kedokteran, dan masih banyak lagi. Tes ini dapat membantu mengukur kemampuan seseorang dalam memvisualisasikan dan memanipulasi objek-objek tiga dimensi, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam memahami situasi dan memecahkan masalah yang kompleks. Hal ini sangat penting dalam pekerjaan yang memerlukan kemampuan visual-spatial yang tinggi.

Kemampuan spasial adalah kemampuan seseorang dalam memahami dan memanipulasi objek dalam ruang tiga dimensi, termasuk memahami dan membuat gambar dalam tiga dimensi. Tes ini tidak hanya berguna dalam proses rekrutmen, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kemampuan belajar dan menunjang pengembangan karir mereka di masa depan. Oleh karena itu, tes ini sangat penting bagi mereka yang ingin mendapatkan kesempatan yang lebih baik dalam bidang yang mereka minati.

Baca juga: Mengenal Pentingnya Tes Kepribadian dalam Proses Rekrutmen

7 Jenis Tes Spasial dan Cara Pengerjaannya

tes spasial

Tes spasial terdiri dari tujuh jenis tes yang berbeda yang berbentuk psikotes bangun ruang untuk menguji berbagai aspek dari kemampuan spasial individu. Setiap jenis tes memiliki fokus dan metode pengukuran yang berbeda, sehingga masing-masing tes dapat memberikan gambaran yang lengkap tentang kemampuan spasial seseorang. Berikut adalah tujuh jenis tes spasial yang perlu Anda ketahui:

1. Tes memilih gambar yang sama

Tes ini biasanya memberikan serangkaian gambar kepada peserta tes, di mana salah satu gambar yang berbeda sedikit dari gambar yang lain. Peserta tes harus mengidentifikasi gambar yang telah berubah. Tes ini berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memperhatikan detail dan mengidentifikasi perbedaan visual yang kecil. Tes ini dapat perusahaan gunakan untuk menguji kemampuan spasial dalam berbagai konteks, seperti dalam kegiatan sehari-hari maupun dalam lingkungan kerja.

2. Tes bongkar pasang bentuk

Tes ini memberikan gambaran mengenai serangkaian bentuk geometris kepada peserta tes yang disusun melalui pola tertentu. Peserta tes harus membongkar bentuk tersebut dan menyusun ulang menjadi pola yang sama. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan spasial seseorang dalam memahami dan mengidentifikasi pola dan bentuk geometris, serta kemampuan untuk memvisualisasikan dan memproses informasi visual secara efektif. 

3. Tes mengubah bentuk

Dalam tes ini, perusahaan memberikan serangkaian bentuk geometris dan peserta harus mengubah bentuk tersebut hingga menjadi bentuk yang sama. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam memproses informasi visual dan mengidentifikasi perbedaan bentuk, arah, dan posisi geometris. Tes ini sangat berguna dalam mengidentifikasi kemampuan spasial seseorang dalam memahami dan mengelola informasi visual.

4. Tes hubungan gambar

Tes ini mengenai serangkaian gambar yang terkait satu sama lain dalam suatu pola atau hubungan tertentu. Peserta harus mengidentifikasi hubungan antara gambar-gambar tersebut dan memilih gambar yang melengkapi pola atau hubungan tersebut. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam memproses informasi visual dan mengidentifikasi pola atau hubungan antara objek visual. 

5. Tes pencerminan

Peserta akan mendapatkan serangkaian gambar yang berbentuk geometris dan harus mencari atau membuat pencerminan simetris dari gambar tersebut. Tes pencerminan bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam memproses informasi visual dan mengidentifikasi pola simetris. Tes ini sering perusahaan gunakan untuk menguji kemampuan spasial seseorang dalam mengenali dan memahami simetri.

6. Tes memilih gambar yang identik

Dalam tes ini, peserta mendapatkan serangkaian gambar yang hampir identik dan harus mencari atau memilih gambar yang benar-benar identik dengan gambar yang ada di dalam tes. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam memproses informasi visual dan mengidentifikasi perbedaan kecil antara objek visual yang serupa. Selain itu, jenis tes ini mampu mengukur kemampuan seseorang dalam mengidentifikasi perbedaan dan kesamaan antara objek visual. 

7. Tes menghitung jumlah kubus

Peserta diberikan serangkaian gambar yang menunjukkan rangkaian kubus atau bangunan tiga dimensi dan  menghitung jumlah kubus yang ada di dalam gambar tersebut. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dalam memvisualisasikan dan memproses informasi spasial yang kompleks, serta memecahkan masalah matematis. Selain itu, tes ini dapat mengidentifikasi kemampuan seseorang dalam menyelesaikan tugas yang membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap objek tiga dimensi.

Manfaat Tes Spasial bagi Perusahaan

Melalui tes spasial, perusahaan dapat mengetahui kemampuan kandidat dalam memecahkan masalah, melakukan analisis dan visualisasi tiga dimensi, serta menggunakan alat bantu visual. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam menemukan kandidat yang memiliki kemampuan spasial yang sesuai dengan kebutuhan posisi tertentu, sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan atau ketidakcocokan dalam lingkungan kerja.

Selain itu, tes ini juga dapat membantu perusahaan dalam menilai kemampuan kandidat untuk bekerja dengan teknologi yang terkait dengan visualisasi tiga dimensi. Oleh karena itu, perusahaan dapat menggunakan tes spasial untuk mengevaluasi kemampuan kandidat dalam menggunakan teknologi tersebut. Hal ini dapat memastikan bahwa mereka dapat bekerja dengan efektif di lingkungan kerja yang membutuhkan kemampuan teknologi tersebut. 

Contoh Soal Tes Spasial

Di bawah ini terdapat beberapa contoh soal psikotes spasial dan jawabannya yang dapat Anda pelajari untuk melatih kemampuan Anda.

1. Soal ini berhubungan dengan pola perubahan gambar 3 dimensi. Soal ini biasanya berupa gambar tiga dimensi yang berubah secara bertahap dan kandidat diminta untuk menentukan pola perubahan yang terjadi. 

psikotes bangun ruang

Jika Anda perhatikan, pola yang ada pada kubus adalah tabung kecil pada bagian atasnya yang posisinya setiap kali gambar berubah, dengan bergerak searah jarum jam. Pada gambar keempat, posisi tabung seharusnya berada di sudut kanan depan. Selain itu, pola lainnya adalah jumlah lingkaran pada sisi depan kubus mengalami pengurangan satu lingkaran. Oleh karena itu, pada gambar keempat, jumlah lingkaran di sisi depan menjadi satu. (Jawaban: C)

2. Soal ini berhubungan dengan menggabungkan gambar sehingga membentuk gambar baru yang lebih mendekati keadaan yang sebenarnya. Selain itu, soal ini biasanya meminta kandidat untuk menggabungkan beberapa gambar atau diagram menjadi satu gambar yang utuh. 

psikotes bangun ruang

Silakan perhatikan dengan cermat pola gambar pada setiap sisi kubus. Garis hitam berada di bagian atas, sedangkan posisi persegi berada di sebelah posisi segitiga. Dengan mempertimbangkan pola ini, Anda dapat menentukan gambar mana yang memiliki bentuk persegi yang berdekatan dengan bentuk segitiga dan jauh dari pola lainnya. Oleh karena itu, gambar B adalah yang paling mendekati sifat tersebut. (Jawaban: B)

Kesimpulan

Tes spasial dapat membantu dalam mengevaluasi kemampuan kandidat dalam memproses informasi spasial dan memvisualisasikan objek tiga dimensi. Selain itu, dengan menggabungkan tes ini dengan tes psikologi lainnya, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang kemampuan dan kepribadian kandidat. Namun, tes spasial sebaiknya juga digunakan sebagai bagian dari proses perekrutan yang lebih lengkap. 

 

Dalam proses perekrutan dengan sistem EVA, tes spasial juga memiliki peran yang penting. Sistem EVA merupakan sistem perekrutan yang mengintegrasikan berbagai tes psikologis dan data lainnya.  Selain itu, perusahaan perlu memastikan bahwa tes spasial dalam sistem EVA dapat diandalkan dan valid, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat dan bermanfaat bagi proses perekrutan. Oleh karena itu, Anda bisa segera daftar dan dapatkan demo gratis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *